my clock

Sabtu, 30 Oktober 2010


Malam Biru Kelabu

Semburat angin di malam itu
Satu saat semua menerpaku
Kalbu kini jadi kelabu
Dan rintik hujan di bawah pohon langit biru
Membuatku semakin ragu
Apakah cinta itu masih menyatu

Pelan – pelan ada bunyi hati merapuh
Bukan aku, bukna kamu, bukna lagu
Detik – detik menjadi semakin terasa lama
Ingin rasanya kubuka mulut Dan ungkapkan rasa
Dimana....? Apakah cinta itu masih ada

Lambat.........Bunyi itu menjauh
Bukannya terang, aku semakin jadi kelabu
Malam bintang berwarna kelabu
Membuatku tahu kau bukan utukku
Dan suara – suara itu adalah mautku
Maut untuk mengambil hatiku

Seandainya bisa kuubah waktu
Hapus ilusi dan fatamorgana
Kembalikan logika yang telah hilang
Karena cinta yang menderu
Kini bukan hanya jadi kelabu
Tapi hitam seperti tanpa jiwa





“Jauh”
Jauh sebelum musim gugur melanda kota Paris
Daun – daun berguguran dari pohonnya
Dan yang tertinggal hanya ranting – ranting tua
Hingga akhirnya ranting itu jatuh
Menyentuh tanah – tanah penuh debu
Aku sudah tahu bahwa aku mencintaimu

Jauh sebelum hujan turun dari langit
Awan mendung mulai menyelimuti bumi
Petir menyambar bagai pedang berkilat cahaya
Dan akhirnya rintik – rintik hujan mulai membasahi bumi
Aku sudah tahu bahwa aku menginginkanmu

Dan jauh sebelum air terjun Niagara mengalir di Kanada
Air – air mengalir menyapu cadasnya bebatuan
Menimbulkan bunyi gemericik
Yang menyayat jiwa penuh keindahan
Yang tak terungkapkan
Aku sudah tahu bahwa aku tak bisa memilikimu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar