my clock

Sabtu, 20 November 2010


Apakah anda pernah menyesal mencintai 
seseorang...?

Anda boleh baca ataupun tidak, anda boleh protes, setuju ataupun acuh tak acuh. Karena entri ini saya tulis untuk curhatan saja...
Menurut saya ini masalah biasa, karena toh ini kehidupan sehari – hari juga. Klise mungkin.... Tapi inilah kenyataan hidup, hanya berisi hal yang itu – itu saja.
Saya pernah jatuh cinta kepada seseorang, hal biasa yang menurut saya juga pernah anda rasakan. Saya sangat mengagung – agungkan perasaan itu, hingga pada suatu saat ternyata tuhan berkata lain. Cinta itu bukan milik saya. Saya sangat sedih dan terpukul hingga saya berusaha sekuat tenaga untuk melupakan dan membenci cinta itu. Hingga saya merasa menyesal pernah mencintai dia. Menurut anda apakah saya salah...?
Suatu hari ada teman yang berbicara dengan saya, dia bilang “ Mengapa saya bisa jatuh cinta dengan dia lagi...? Padahal selama satu tahun belakangan ini saya yakin saya sudah bisa melupakannya. Saya tidak ingin perasaan itu ada lagi, karena saya tidak mau tersakiti untuk kedua kalinya. Cukup sudah mencintai dia saat itu menjadi hal yang menyedihkan dalam hidup saya.”
Lalu saya menjawab....“Bagaimanapun yang terjadi saya yakin kamu pasti bisa melupakan dia, saya tahu itu hal yang sulit tapi bukan berarti nggak bisa kan...?” Teman saya tersenyum dan berkata terimakasih.
Kemudian ada seorang teman lagi yang bertanya kepada saya...“Mengapa saya bisa mencintai dia, mengapa harus orang seperti dia, yang tidak pernah sadar perasaan saya ke dia... Saya telah melakukan segalanya agar dia sadar dan mengerti perasaan saya ke dia. Seandainya perasaan ini tidak pernah ada, mungkin saya tidak akan sesedih ini.”
Sebagai seorang sahabat, yang bisa saya lakukan saat itu hanya diam, saya tidak tahu harus berkata apa.
Sejenak saya berfikir, apakah mencintai seseorang itu suatu hal yang salah. Bukannya cinta diciptakan tuhan bukan untuk membuat seseorang merasakan sakit, tapi merasa bahagia. Lalu mengapa kita selalu menyesal. Kadang kita tidak pernah berfikir bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Setidaknya saat kita mencintai seseorang itu, kita sedang mendapatkan nikmat tak terhingga dari tuhan. Kita diberikan kesempatan untuk merasakan cinta itu tumbuh di hati kita, mengenal dia sebagai seseorang yang kita cintai, melewati hari – hari yang terajut indah bersamanya dan merajut itu sebagai kenangan indah. Walaupun suatu saat kita akan merasa tersakiti, ingatlah bahwa kenangan itu akan selalu ada dan tidak ada yang berhak merampasnya.
Apakah kita tidak pernah malu saat kita mengatakan “Saya menyesal karena telah mencintai kamu...”. saya yakin perasaan anda sakit saat itu, tapi tidak sadarkah anda, bahwa menyesal telah mencintai seseorang sama saja dengan tidak mensyukuri nikmat tuhan. Saya yakin anda percaya dengan kata – kata cinta dalah anugerah terindah dari tuhan untuk umat manusia. Jadi munafikkah kita saat mengatakan menyesal telah mencintai seseorang.
Layaknya sebagai manusia yang akan terus merasakan cinta kita berfikir bahwa Jatuh cinta, merasakan bahagia, merasa tersakiti, dan patah hati adalah sebuah satu kesatuan pasti dalam kehidupan. Layaknya sebuah reaksi reversible yang akan kembali lagi ke titik awal, seperti itulah skema perjalanan cinta manusia. Kemudian saya ingin anda renungkan, pantaskah kita sebagai manusia menafikkan cinta...??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar